[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Baca Berita dalam Bahasa Indonesia”]

Organisasi Buruh Internasional (ILO) mencatat, pertumbuhan jumlah pekerja perempuan meningkat setiap tahunnya. Pada akhir 2015, 38 persen dari 120 juta pekerja di Indonesia adalah perempuan.

Kenyataannya, kini banyak perempuan yang bergelut di dunia teknologi dan beberapa di antara mereka berhasil membuktikan jika perempuan bisa menjadi pemimpin. Bahkan, perempuan Indonesia mulai melepasstreotipe jika dunia IT hanya mempekerjakan kaum pria.

Dengan itu, FemaleDev yang merupakan sebuah platform yang bertujuan untuk mendorong dan memberdayakan lebih banyak generasi pemimpin perempuan dengan memanfaatkan teknologi hadir dengan program baru yang terstruktur dan terukur.

Alamanda Shantika, chief activist of FemaleDev menuturkan jika FemaleDev kini bukan hanya jadi network lagi, namun program yang akan menciptakan pemimpin perempuan dengan basic teknologi.

“FemaleDev merupakan sebuah program informal education, bukan lagi komunitas yang bertujuan untuk menciptakan female-female leader di dunia teknologi,” ucapnya.

Acara yang berlangsung di STMIK Primakara, Depansar, Bali, pada Sabtu (29/10/2016), tersebut juga hadir sejumlah tokoh perempuan pemimpin di ekosistem teknologi Indonesia, diantaranya Faye Alund- President Coworking Indonesia, Ketut Sulistyawati – Founder Somia Customer Experience, Leonika Sari – CEO Reblood, Tety Sianipar – CTO Kerjabilitas, Karina Akib – Strategic Partner Manager Google Asia Facific dan Trimikha Valentinus – Co-initiator Bali JS.

Dalam acara tersebut hanya ada 100 perempuan terpilih yang berkesempatan untuk melebarkan jaringan dan berbagi kisah dengan tokoh-tokoh menginspirasi dalam dunia IT. Para peserta tampak antusias menyimak setiap pembicara yang berkisah selama terjun dalam bidang IT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *