Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mahasiswa berarti orang yang belajar di perguruan tinggi, baik itu universitas, institut maupun akademi. Namun, apakah hanya belajar saja kewajiban mereka? Tentu tidak, mahasiswa berbeda dengan siswa yang hanya berkewajiban belajar.

Melihat dari susunan kata, mahasiswa sudah berbeda dari kata siswa. Kata maha yang disandang bukan tidak berarti apa-apa. Maha yang berarti tinggi seharusnya membuat mahasiswa merasa bangga sekaligus tertantang menyandang nama tersebut, karena berarti mereka memiliki sesuatu yang berbeda dari siswa, mereka memiliki sesuatu yang lebih dari sebelumnya.

Mahasiswa memiliki peran lain yaitu sebagai “Agent Of Change” atau agen perubahan. Perubahan dari suatu negara menjadi suatu hal yang pasti terwujud. Disini peran mahasiswa sebagai agen yang membawa perubahan juga sangat diperlukan mengingat mahasiswa merupakan elemen masyarakat yang diharapkan memiliki idealisme sehingga apa yang mereka lakukan murni memang karena tujuan mereka sendiri.

Dengan kondisi pendidikan saat ini, maka saatnyalah mahasiswa dapat berperan penting sebagai pencetus perubahan sesuai dengan jati diri yang melekat pada diri mahasiswa yaitu agen of change. Mahasiswa dapat membentuk komunitas atau lembaga pendidikan informal yang dapat bermanfaat bagi mayarakat ataupun anak-anak kurang mampu yang tidak dapat melanjutkan sekolah. Contoh peran mahasiswa dalam hal tersebut adalah dengan membuat rumah singgah atau rumah belajar agar anak-anak putus sekolah dapat merasakan kembali pendidikan yang layak.

Sebagai agen perubahan Mahasiswa juga diharapkan mampu mengembangkan inovasi-inovasi kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat salah satunya yang sedang trend adalah membangun usaha rintisan atau istilah kerennya “startup”.

Di Indonesia sendiri perkembangan startup sangat pesat, sebagian besar dipegang oleh generasi generasi muda khususnya Mahasiswa. Startup yang dirintis Mahasiswa telah banyak memberikan perubahan dilingkungannya salah satunya membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat dan juga memberikan banyak kemudahan bagi penggunanya.

Semakin banyaknya Mahasiswa / anak muda mempunyai semangat “agent of change” dengan membangun startup, STMIK Primakara hadir memberikan ruang yang luas untuk merintis bisnis startup. Mengusung tagline Technopreneurship Campus, STMIK Primakara yang dikelola oleh profesional-profesional ahli yang memang berkecimpung di dunia IT mendidik mahasiswa untuk tidak hanya handal dan menjadi specialist  IT berkompetensi global, namun juga dapat kreatif sebagai pengusaha yang dapat menciptakan lapangan kerja baru.

Sebagai “technopreneurship campus”, STMIK Primakara mendorong mahasiswanya untuk menjadi seorang pengusaha di bidang IT. Hal ini dapat terlaksana dengan adanya fasilitas Inkubator Bisnis Primakara, sebuah wadah bagi mahasiswa STMIK Primakara yang memiliki ide bisnis potensial untuk dapat memulai dan mengembangkan bisnis sedini mungkin. Mendapat dukungan dari berbagai institusi dan komunitas-komunitas, STMIK Primakara menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang memiliki Inkubator Bisnis berbasis IT.

 

INGIN MENDAFTAR JADI MAHASISWA STMIK PRIMAKARA?

DAFTARKAN DIRIMU SEKARANG DENGAN KLIK LINK DIBAWAH INI

STMIK PRIMAKARA, TECHNOPRENEURSHIP CAMPUS.

Jln Tukad Badung, No. 135 Renon – Denpasar

Whatsapp : bit.ly/tanyaprimers (WA)

Phone : 0361 – 8956085

www.primakara.ac.id