STMIK Primakara kembali menggelar “Primakara Startuo Expo’18 : Create Living Innovation” untuk yang ketiga kalinya, ada yang special dari gelaran tahunan ini, kali ini Primakara Startup Expo diadakan di Plaza Renon. Acara yang berlangsung pada 21 – 22 Juli ini diikuti sebanyak 23 startup dari berbagai latar belakang bidang usaha dan dibuka langsung oleh Ketua Yayasan STMIK Primakara I Made Artana, turut hadir Ketua STMIK Primakara Bapak I Gusti bagus Gede Wiradharma.

Pameran yang digelar selama dua hari ini pun mampu menarik perhatian pengunjung Plaza renon. Mereka sangat tertarik untuk bertanya-tanya dan mencoba langsung produk layanan berbasis teknologi informasi digital dari para technopreneur yang inovatif ini.

Event ini merupakan salah satu bagian dari proses perkuliahan di STMIK Primakara dari Mahasiswa yang mengambil mata kuliah technopreneurship. Dalam mata kuliah ini mereka diwajibkan membuat minimal satu startup atau aplikasi berbasis digital. Hasilnya minimal mereka mampu menghasilkan MPV (Minimum Viable product) atau produk dengan fitur minimal yang sudah bisa diakses oleh user atau pengguna untuk menyelesaikan masalah mereka.

Startup yang dipamerkan ini seluruhnya dinilai oleh praktisi atau technopreneur professional.  Dua orang juri tersebut yakni Ketut Sulistyawati seorang pakar teknologi atau ahli UX (User Experience) dari Somia Consulting dan Co-founder & Chief Technology Officer (CTO) Gringgo yang terkenal sebagai aplikasi pengelolaan sampah, Febriadi Pratama.

Ketua Yayasan STMIK Primakara Made Artana mengatakan Primakara Startup Expo ini menginjak tahun ketiga dan terasa spesial karena pertama kalinya diadakan diluar kampus. Tujuannya agar gaungnya lebih luas ke publik dan dapat menjadi sarana edukasi kepada publik, sebab masih banyak yang tidak paham tentang startup. “Masyarakat masih awam soal startup, banyak yang bingung cari tahu kemana, jadi disini kami memberikan edukasi” katamMade Artana yang pernah meraih Technopreneur Award dari Majalah M&I.

Event ini pastinya akan menjadi ajang promosi produk dan layanan para startup yang memberikan solusi berbasis digital ini. Ini juga menjadi kebanggaan bagi para peserta karena startup-nya bisa lebih dikenal diluar kampus kemudian mahasiswa juga diharapkan lebih  greget dan serius mempersiapkan startup-nya.

Disisi lain, event ini juga menjadi ajang strategis untuk semakin memperkenalkan dan menggaungkan branding STMIK Primakara sebagai technopreneurship campus yang mencetak startup dan wirausaha muda dibidang teknologi Bali. “STMIK Primakara berkomitmen serius mencetak technopreneur atau pelaku usaha teknologi dari kampus. Jumlah  technopreneur yangdihasilkan STMIK Primakara juga menjadi salah satu indikator KPI (Key Performance Index) kami” tambah Made Artana yang juga 2016 Local President JCI (Junior Chamber International) Bali itu.

Dari ajang ini diharapkan lahir startup yang tangguh dan mampu bertahan ditengah ketatnya persaingan serta kontribusi maksimal memecahkan masalah di masyarakat. “Kami harapkan para mahasiswa ini serius menggarap startup-nya. Di kampus juga kami sediakan fasilitas Inkubasi Bisnis Primakara agar mereka bisa lebih berkembang”  tambah Made Artana yang juga pernah dianugerahi The Most Outstanding Development Officer dan The Best Development Officer dari JCI Asia Pasific Development Council.

Beragam startup pun tampil pada pameran ini, ada yang menawarkan solusi mencari kos (Mai Kos). Lalu solusi platform pencari asisten rumah tangga (Fass). Ada pula yang bergerak dibidang laundry (Lilon). Pelayanan kecantikan (Halo Cantiq) serta masih banyak lagi.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *