Pada hari Jumat, tanggal 28 Juli 2017, STMIK Primakara menerima kunjungan Studi Visit Lembaga Inkubator Bisnis Teknologi. Studi visit ini merupakan program dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, yang bertujuan untuk memperkuat tata kelola lembaga inkubator bisnis teknologi yang ada pada perguruan tinggi negeri dan swasta seluruh Indonesia.

Dalam kunjungan ini, STMIK Primakara menerima 70 peserta yang merupakan perwakilan inkubator bisnis teknologi dari beberapa perguruan tinggi seperti ITB, ITS, UNPAD, UGM, Universitas Bina Nusantara. Selain perwakilan dari perguruan tinggi, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI), Balai Inkubator Teknologi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BIT-BPPT), Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (KOPERTIS) Wilayah VIII, dan perwakilan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.  

Kepala Sub Direktorat Lembaga Inkubator dan Intermediasi Teknologi, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Ir. Yani Sofyan, M.Si., mengatakan bahwa Inkubator Bisnis Primakara merupakan inkubator bisnis yang berhasil mendapatkan banyak dukungan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. “Kesuksesan Inkubator Bisnis Primakara dalam menginkubasi tenantnya karena Inbator Bisnis Primakara merupakan inkubator yang mendapatkan banyak fasilitas dari Ristekdikti, yaitu total 10 tenant untuk program IBT dan PPBT-PT” jelasnya.

Koordinator Kopertis Wilayah VIII, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si. mengatakan bahwa Primakara adalah institusi yang unik. “Primakara memiliki keunikan tersendiri, yaitu technopreneurship dan ada inkubator disini. Inilah yang menjadi ciri khasnya sekaligus menjawab kebutuhan global dimana anak muda sekarang lebih fokus pada job creator, bukan job seeker” jelasnya.

Wasekjen AIBI, Manaek Simamora, mengatakan bahwa Inkubator Bisnis Primakara dapat bersinergi dengan AIBI. “Kami sangat membuka kesempatan bersinergi jika Inkubator Bisnis Primakara membutuhkan teknologi terkait pengembangan usaha tenant”, jelasnya.

Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka tertarik pada tata kelola inkubator bisnis terutama bagaimana inkubator mendapatkan revenue, menarik masyarakat / UKM / startup untuk diinkubasi menjadi tenant outwall, menumbuhkan ekosistem dan kerjasama dengan stakeholder dan lain sebagainya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *