Bali Creative Board Resmi Dibentuk, Made Artana Terpilih sebagai Ketua Umum
**Denpasar, Bali** – Bali Creative Board (BCB) resmi dibentuk dan dideklarasikan secara bersama-sama oleh 28 organisasi ekonomi kreatif dan digital yang ada di Bali. Deklarasi tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Etna, Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Bali pada Kamis (21/05), dalam sebuah forum yang menjadi tonggak penting bagi konsolidasi pelaku ekonomi kreatif dan digital di Bali.
BCB dibentuk sebagai organisasi payung berbentuk federasi, yakni organisasi yang anggotanya adalah organisasi. Kehadiran BCB dipandang sebagai langkah strategis untuk menghimpun kekuatan pelaku ekonomi kreatif dan digital Bali yang selama ini tumbuh aktif di berbagai subsektor, namun masih bergerak sendiri-sendiri.
Melalui BCB, berbagai organisasi ini diharapkan dapat memiliki rumah bersama untuk memperkuat kolaborasi, memperbesar posisi tawar, dan mendorong pengembangan ekosistem ekonomi kreatif dan digital Bali secara lebih terarah.
Selain deklarasi pendirian, agenda yang sangat penting dalam forum tersebut adalah pemilihan Ketua Umum untuk pertama kalinya. Dalam forum itu, Dr. Made Artana, S.Kom., M.M., Rektor Primakara University yang juga dikenal sebagai pegiat ekonomi kreatif dan digital, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum BCB.
Dukungan terhadap Made Artana mengalir kuat dari berbagai perwakilan organisasi yang hadir. Para peserta menilai Made Artana memiliki rekam jejak panjang, jaringan yang luas, dan peran yang sangat nyata dalam proses menghimpun, menghubungkan, dan menyatukan berbagai organisasi ekonomi kreatif dan digital hingga BCB benar-benar terbentuk.
“Proses membentuk BCB ini tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Apa yang dilakukan oleh Pak De Artana sudah membuktikan pada kita bahwa beliau yang mampu mengumpulkan dan memimpin kita, sehingga secara tegas saya meminta kesediaan beliau sebagai Ketua Umum,” ujar Gus Mantra, Ketua Bali Music Forum, saat mendahului pengusulan nama calon Ketua Umum.
Pandangan tersebut kemudian diamini dan diperkuat dengan pernyataan senada dari hampir seluruh organisasi yang hadir. Aklamasi terhadap Made Artana pun menjadi cerminan kuatnya kepercayaan para pelaku ekonomi kreatif dan digital Bali terhadap figur yang sejak awal berada di garis depan proses pembentukan BCB.

Pembentukan Bali Creative Board sendiri lahir dari kesadaran bahwa Bali membutuhkan organisasi payung yang mampu menjadi penghubung, penguat, dan representasi bersama dari sektor ekonomi kreatif dan digital.
Selama ini, banyak organisasi, komunitas, dan pelaku kreatif di Bali telah tumbuh dengan sangat aktif, namun belum memiliki wadah bersama yang cukup kuat untuk menghimpun suara, mengonsolidasikan gerakan, dan memperjuangkan kepentingan sektor secara kolektif.
Dalam konteks Bali yang memiliki daya kreativitas tinggi, dengan akar budaya dan adat istiadat yang adi luhung, kehadiran BCB juga dipandang sebagai bagian dari semangat jengah untuk memajukan ekonomi kreatif dan digital agar tumbuh semakin subur dan menjadi salah satu pilar penting perekonomian Bali ke depan. Di tengah upaya memperkuat struktur ekonomi Bali yang lebih seimbang, ekonomi kreatif dan digital dipandang memiliki potensi besar untuk berkontribusi lebih signifikan.
## Rekam Jejak Panjang Made Artana di Ekonomi Kreatif dan Digital Bali

Terpilihnya Made Artana sebagai Ketua Umum pertama BCB bukanlah sesuatu yang hadir tiba-tiba. Di balik peran sentralnya dalam pembentukan BCB, ada rekam jejak panjang yang menunjukkan keterlibatannya di berbagai simpul ekonomi kreatif dan digital, jauh sebelum isu ini menjadi pembahasan luas seperti sekarang.
Publik selama ini banyak mengenalnya sebagai pendiri dan Rektor Primakara University. Namun jika ditarik ke belakang, perjalanan Made Artana menunjukkan bahwa ia telah lama berada di dalam ekosistem ekonomi kreatif dan digital.
Ia memulai langkah profesionalnya dengan mendirikan PT Bali Soket Informindo, sebuah perusahaan pengembang software, pada tahun 1999 setelah menyelesaikan studi di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Dari titik itu, ia sebenarnya sudah masuk ke salah satu subsektor ekonomi kreatif, yakni pengembangan aplikasi dan software.
Perjalanannya tidak berhenti di ranah digital. Pada tahun 2004, Made Artana juga aktif di industri musik Bali. Ia membentuk band berbahasa Bali Soband, ikut mendirikan Pramusti Bali (Persatuan Artis, Musisi, Pencipta Lagu, dan Insan Seni Bali), dan sempat menjalankan SomeOne Production, sebuah event organizer yang saat itu cukup aktif menggelar pertunjukan dan konser di Bali. Ini menunjukkan bahwa keterlibatannya tidak hanya berada di dunia teknologi, tetapi juga menyentuh langsung subsektor seni, pertunjukan, dan musik Bali.
Ketika mendirikan Primakara University pada tahun 2013, benang merah itu terus berlanjut. Primakara diposisikan sebagai kampus yang kuat di bidang technopreneurship, inovasi, dan startup.
Di luar kampus, Made Artana bersama sejumlah rekan juga mendirikan Bali Tech Startup (BTS) sebagai wadah startup dan perusahaan teknologi di Bali, dan ia menjadi founder sekaligus ketuanya. Langkah ini menunjukkan konsistensinya dalam membangun ekosistem, bukan hanya untuk kepentingan internal kampus, tetapi juga untuk jejaring yang lebih luas di Bali.
Keterlibatannya kemudian meluas ke subsektor lain. Ia mengelola XD-Radio Bali, yang membuatnya dekat dengan subsektor radio, dan juga memiliki studio pengembangan game Pandora Entertainment yang membawa visi mendukung pertumbuhan industri game di Bali.
Dalam konteks Bali yang kaya budaya, adat, dan tradisi, keterlibatan di bidang game ini menunjukkan cara pandang yang lebih maju: budaya tidak hanya dijaga sebagai warisan, tetapi juga diolah menjadi sumber inspirasi bagi produk-produk kreatif dan digital masa depan.
Made Artana juga aktif membangun berbagai gerakan kolaboratif. Ia ikut mendirikan Bali Initiative Hub (Bithub), organisasi yang mendorong inisiatif kreatif untuk Bali yang lebih baik.
Salah satu program nyatanya adalah Banjar Creative Space, yaitu pemanfaatan balai banjar sebagai ruang kreatif dan ruang belajar, yang sempat dijalankan di 11 banjar di 9 kabupaten/kota di Bali. Sejak 2022, ia juga aktif di Indonesia Creative Cities Network (ICCN) dan pada 2026 menjabat sebagai Deputy Talent, Education & Human Development.
Yang membuat posisinya semakin unik adalah karena ia berada di banyak simpul sekaligus. Ia adalah akademisi, pengusaha, penggerak komunitas, pengelola media, sekaligus memiliki kedekatan dengan sisi kebijakan melalui perannya sebagai Anggota Kelompok Ahli Pembangunan Pemerintah Provinsi Bali Bidang Ekonomi Kreatif dan Digital.
Ia juga dipercaya menjadi Kepala Tim Penyusun Raperda Provinsi Bali tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Digital Bali. Posisi inilah yang membuat Made Artana sering dipandang sebagai sosok yang mampu menjembatani bahasa kampus, industri, komunitas, media, dan pemerintah ke dalam satu arah yang lebih sinergis.
Dalam konteks itulah, perannya dalam pembentukan BCB menjadi lebih mudah dipahami. Bali Creative Board dirancang sebagai organisasi payung swasta berbasis federasi, yang bertujuan mengonsolidasikan representasi sektor, memperkuat kolaborasi ekosistem, dan menjadi counterpart strategis dari sisi swasta bagi pemerintah serta para pemangku kepentingan lain dalam pengembangan ekonomi kreatif dan digital Bali.
Made Artana menilai Bali membutuhkan rumah besar bersama agar kekuatan yang selama ini tersebar dapat dihimpun dengan lebih terarah.
“Bali memiliki potensi yang sangat besar di bidang ekonomi kreatif dan digital. Kita punya kekayaan adat, budaya, tradisi, talenta kreatif, dan pasar yang kuat. Semua potensi itu perlu dihimpun dalam satu wadah bersama agar pelaku ekraf dan digital Bali memiliki posisi tawar yang lebih kuat, bisa berkolaborasi lebih efektif, dan mampu mengambil peran yang lebih besar dalam masa depan ekonomi Bali,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa BCB bukan dibentuk untuk menggantikan organisasi-organisasi yang sudah ada, melainkan untuk memperkuatnya.
“BCB harus menjadi rumah besar bersama. Organisasi-organisasi yang sudah ada tetap tumbuh mandiri, tetapi sekaligus punya wadah bersama untuk memperjuangkan kepentingan sektor secara kolektif. Kalau pariwisata Bali memiliki organisasi payung yang kuat, maka ekonomi kreatif dan digital Bali juga sudah saatnya memiliki organisasi payung yang kuat. Harapannya, BCB bisa memberi kontribusi nyata untuk kemajuan ekraf dan digital Bali, sekaligus memperkuat diversifikasi ekonomi Bali ke depan,” katanya.
Dengan demikian, terpilihnya Made Artana sebagai Ketua Umum pertama BCB tidak semata-mata lahir dari forum sesaat, tetapi merupakan kelanjutan yang alami dari perjalanan panjangnya di dunia ekonomi kreatif dan digital Bali.
Di mata banyak organisasi pendiri, rekam jejak itulah yang membuatnya dipercaya untuk memimpin BCB pada fase awal, saat organisasi ini mulai menata diri sebagai rumah bersama pelaku ekonomi kreatif dan digital Bali.
## Daftar 28 Organisasi Pendiri BCB

1. Bali Tech Startup
2. Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia Daerah Bali
3. Himpunan Pengusaha Dokumentasi Indonesia
4. Himpunan Desainer Interior Indonesia
5. GameDev Bali
6. Persatuan Artis, Musisi, Pencipta Lagu dan Insan Seni Bali
7. Indonesia Creative Cities Network
8. Balinimation
9. Perhimpunan Fotografer Bali
10. Ikatan Penerbit Indonesia Bali
11. Komunitas Cinta Film Indonesia
12. Asosiasi Piranti Lunak dan Telematika Bali
13. Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia - Bali
14. Sanur Cinema . ORG
15. Asosiasi Profesional Desain Komunikasi Visual
16. Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia
17. Komisi Film Bali
18. Asosiasi Dokumenteris Nusantara Bali
19. Bali Blockchain Center
20. Ikatan Arsitek Indonesia Provinsi Bali
21. Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia
22. Apa Kabar Desain(er) Grafis Bali?
23. Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia Bali
24. Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional Provinsi Bali
25. Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia Chapter Bali
26. Bali Initiative Hub
27. Bali Music Forum
28. Backstagers Indonesia
***Kreator: Humas Primakara University***
***Dapatkan artikel inspiratif dan berita IT terkini di [Primakara.ac.id.](https://primakara.ac.id/) Ikuti juga Official Instagram dengan mengklik [link ini.](https://www.instagram.com/primakara.univ/?next=%2F)***