Rektor Primakara University Pimpin Pembentukan Bali Creative Board

**Denpasar, Bali** – Ekosistem ekonomi kreatif (ekraf) dan digital di Pulau Dewata kini bersiap menyambut babak baru. Para pelaku industri strategis ini kembali duduk bersama untuk mematangkan konsep pembentukan Bali Creative Board (BCB), sebuah organisasi induk yang akan menjadi payung besar bagi seluruh pergerakan kreatif dan digital di Bali. Mengambil tempat di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Bali pada Kamis (16/4/2026), pertemuan kedua ini menandai fase krusial. Jika pada pertemuan perdana 2 Februari 2026 lalu forum masih diwarnai dengan agenda silaturahmi dan brainstorming, diskusi kali ini sudah mengerucut pada hal-hal konkret, khususnya mengenai rancangan struktur dan desain organisasi BCB. ## Mengusung Konsep Federasi Lintas Sektor ![BCB Rektor Primakara Resmi](/uploads/BCB_Rektor_Primakara_Resmi_2d167e4a42.jpg) Pertemuan ini dihadiri oleh 33 organisasi, komunitas, serta asosiasi pelaku ekonomi kreatif dari beragam sub-sektor. Kehadiran para peserta mencerminkan keragaman industri kreatif Bali saat ini, mulai dari pengembang aplikasi, studio game, arsitektur, desain, kriya, kuliner, sineas film, musisi, fotografer, hingga berbagai komunitas lintas disiplin. Dalam jalannya diskusi, seluruh perwakilan menyepakati satu kerangka utama bahwa Bali Creative Board akan didirikan dengan sistem federasi. Ini berarti BCB tidak akan beroperasi sebagai wadah untuk keanggotaan individu, melainkan menjadi rumah besar tempat bernaungnya berbagai perkumpulan, asosiasi, dan organisasi legal pelaku ekraf dan digital di Bali. Untuk memastikan ekosistem ini inklusif, proses pendataan organisasi akan terus dikebut. Sasarannya adalah merangkul lebih banyak komunitas kreatif yang tersebar di sembilan kabupaten/kota se-Bali agar dapat bersinergi di bawah bendera BCB. ## Menyamai Peran BTB dalam Menyatukan Potensi Bali ![Pembentukan BCB](/uploads/Pembentukan_BCB_becfd6200a.jpg) Sosok penggerak sekaligus koordinator sementara dalam pembentukan BCB ini adalah Dr. I Made Artana. Rektor Primakara University yang juga menjabat sebagai salah satu deputi di kepengurusan Indonesia Creative Cities Network (ICCN) ini melihat adanya urgensi untuk mengonsolidasikan kekuatan kreatif Bali agar lebih solid. Menurut Made Artana, wadah bersama ini akan mendongkrak posisi tawar (bargaining position) para pelaku industri kreatif lokal ke level yang jauh lebih kuat. "Bali memiliki potensi yang sangat besar di bidang ekonomi kreatif dan digital. Kita punya kekayaan adat, budaya, tradisi, talenta kreatif, dan pasar yang kuat. Semua potensi ini perlu dihimpun dalam satu wadah bersama agar pelaku ekraf dan digital Bali memiliki posisi tawar yang lebih kuat, bisa berkolaborasi lebih efektif, dan mampu mengambil peran yang lebih besar dalam masa depan ekonomi Bali," ujarnya. Lebih lanjut, ia memproyeksikan BCB untuk memiliki peran strategis yang serupa dengan Bali Tourism Board (BTB), namun di sektor yang berbeda. "Kalau pariwisata Bali punya BTB yang kuat memayungi industri pariwisata, maka ekonomi kreatif dan digital Bali juga sudah saatnya memiliki organisasi payung yang kuat. Harapannya, BCB bisa memberi kontribusi nyata untuk kemajuan ekraf dan digital Bali, sekaligus memperkuat diversifikasi ekonomi Bali ke depan," kata Made Artana. ## Dukungan Pemerintah dan Target Peresmian ![Dukungan Pemerintah untuk BCB](/uploads/Dukungan_Pemerintah_untuk_BCB_a1473eee3a.jpg) Meski BCB murni diinisiasi sebagai organisasi swasta yang tumbuh dari akar rumput (bottom-up), kehadiran pemerintah sebagai fasilitator tetap menjadi elemen vital untuk mengakselerasi konsolidasi ekosistem pentahelix (komunitas, pengusaha, akademisi, media, dan pemerintah). Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya, yang turut memfasilitasi pertemuan ini, menyampaikan komitmen penuhnya terhadap langkah progresif para pelaku ekraf. Ia berharap proses administratif pembentukan ini tidak memakan waktu lama. "Saya mendorong BCB secepatnya bisa dibentuk, sehingga sesegera mungkin dapat berkegiatan dan berkoordinasi dengan kami untuk pengembangan ekraf Bali," ujarnya. Sejalan dengan arahan tersebut, para peserta menargetkan pertemuan final akan diselenggarakan dalam kurun waktu kurang dari sebulan ke depan. Momentum tersebut direncanakan menjadi ajang peresmian berdirinya BCB sekaligus penetapan ketua serta jajaran pengurus awal. Kehadiran BCB ke depannya diharapkan bukan sekadar menjadi ruang komunikasi, tetapi juga menjadi fondasi transformasi ekonomi masa depan Bali. Sebuah langkah nyata untuk memastikan bahwa kekayaan budaya Bali mampu menghasilkan nilai tambah maksimal di era digital. ***Dapatkan artikel inspiratif dan berita IT terkini di [Primakara.ac.id.](https://primakara.ac.id/) Ikuti juga Official Instagram dengan mengklik [link ini.](https://www.instagram.com/primakara.univ/?next=%2F)***

explore more
primakara university

360 Virtual Tour

Ikuti Virtual Tour

Penerimaan mahasiswa

Penerimaan

Berita & Kegiatan

Lihat Berita