Definisi Design Thinking, Tahapan, dan Penerapannya

Tahukah kamu, _Design thinking_ menjadi salah salah satu pendekatan yang inovatif dalam memahami kebutuhan seseorang. Maka dari itu, pendekatan ini kerap digunakan dalam berbagai bidang, seperti bisnis, pendidikan, layanan kesehatan, hingga pengembangan teknologi. Dapatkan informasi yang lebih lengkap pada penjelasan dibawah ini.  ## Apa itu Design Thinking? Meski banyak yang merasa asing, namun istilah satu ini bukanlah hal yang baru. Awalnya, gagasan ini muncul dalam buku _Creative Engin_eering karya John E. Arnold pada tahun 1960-an.  _Design thinking_ merupakan pendekatan yang fokus pada pemecahan masalah dan inovasi yang dititikberatkan pada kepentingan pengguna. Melalui pendekatan ini, kamu bisa menciptakan solusi berdasarkan pemahaman yang matang akan masalah pengguna. Sehingga, produk berpotensi lebih sukses karena memenuhi kebutuhan.  Awalnya, cara ini digunakan untuk mendesain produk, namun seiring berjalannya waktu justru berguna dalam berbagai bidang. Dalam menemukan pemecahan masalah yang tepat, kamu perlu melewati berbagai proses. Seperti menganalisa konteks, memetakan masalah, mencari referensi untuk ide, hingga evaluasi. ## Manfaat Design Thinking Pada dasarnya, hal ini bermanfaat untuk menciptakan sebuah solusi. Secara lebih mendalam berikut beberapa manfaat lengkapnya: * Mendorong ide kreatif. * Meminimalisir resiko kesalahan. * Memahami kebutuhan. * Menjadi poin keunggulan. * Meningkatkan kepuasan pelanggan. ## Tahapan Design Thinking Terdapat lima tahapan dari proses ini yang masih diterapkan banyak perusahaan hingga sekarang. Dalam penggunaannya, lima tahapan ini tidak harus berurutan selama kamu dapat menentukan solusi yang terbaik. Berikut adalah tahapan-tahapannya: ### 1\. Empathize Tahapan _empathize_ atau empati dalam proses ini menjadi langkah pertama yang esensial dalam menciptakan solusi efektif dan relevan. _Empathize_ disini berfokus pada pemahaman yang mendalam tentang pengguna. Kamu perlu memposisikan diri dan berupaya untuk melihat dunia dari perspektif mereka.  Empati adalah kunci untuk mengidentifikasi masalah yang sebenarnya secara objektif, bukan hanya berdasarkan dugaan. Agar bisa melakukannya, kamu harus mendekati pengguna dan melakukan observasi atau bertanya secara langsung. Sehingga, kamu akan lebih memahami keinginan, kebutuhan, dan tujuan pengguna. Hasil dari tahapan empati berupa definisi masalah yang dapat menjadi dasar bagi tahap-tahap berikutnya. Untungnya, pada zaman digitalisasi seperti saat ini kamu bisa memahami pengguna melalui berbagai _platform_. Misalnya seperti _feedback_ produk di media sosial, kuesioner kepuasan, hingga kolom komentar. ### 2\. Define  _Define_ atau mendefinisikan menjadi hal selanjutnya yang perlu kamu lakukan setelah berempati. Tahapan _design thinking_ ini berupa proses menganalisis data dan mengidentifikasi masalah yang dialami pengguna. Banyak orang menganggap tahap ini sebagai _problem statement._ Tujuan dari mendefinisikan adalah untuk merumuskan masalah secara lebih rinci dan spesifik. Pernyataan masalah ini harus berfokus pada apa yang perlu dicapai, daripada bagaimana itu akan dicapai. Bagi para desainer, tahap ini akan membantu mengumpulkan ide kreatif untuk membangun fitur, fungsi, dan lain sebagainya. ### 3\. Ideate Mendengar namanya, kamu pasti bisa menebak bahwa tahap ini menjadi saat untuk menyusun ide-ide. Tahap ini sangat penting dalam upaya mencari solusi inovatif untuk masalah yang telah kamu definisikan sebelumnya. Kamu bisa menghasilkan banyak ide yang potensial untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dalam tahap ini, kamu dituntut untuk berpikir _out-of-the-box_. Kamu bisa melakukan berbagai berbagai teknik seperti _brainstorming, mind mapping_, atau teknik desain berbasis permainan yang berguna untuk merangsang kreativitas.  Kemudian, ide-ide tersebut tersebut kamu evaluasi berdasarkan kriteria yang relevan. Seperti kelayakan, dampak, dan kemungkinan implementasi. ### 4\. Prototype _Prototype_ menjadi tahapan untuk mengubah ide kreatif menjadi bentuk konkret yang dapat kamu uji dan evaluasi. Tahap _design thinking_ satu ini mengarah pada pembuatan model yang dapat menggambarkan bagaimana solusi yang diusulkan akan berfungsi dalam konteks nyata. _Prototype_ bisa berupa model fisik, tampilan perangkat lunak, sketsa, atau bahkan cerita yang menggambarkan pengalaman pengguna. Hal tersebut mungkin masih kasar dan jauh dari sempurna, tetapi tujuannya adalah untuk memberikan gambaran awal tentang solusi yang ada. Tahap ini bisa menjadi gambaran efektif agar orang lain dapat melihat dan merasakan solusi potensial secara nyata. _Prototype_ juga membantu kamu untuk menguji fungsi, kegunaan, dan interaksi yang mungkin muncul dalam penggunaan sehari-hari. ### 5\. Test Pada tahap ini, kamu harus menguji _prototype_ kepada para pengguna. Melalui tes, kamu bisa mendapatkan umpan balik dari pengguna yang akan membantu dalam memperbaiki dan mengembangkan solusi sebelum kamu implementasikan secara luas. _Test_ atau pengujian ini dapat mencakupi penggunaan _prototype_ atau model solusi dalam situasi yang mendekati kondisi nyata. Pengguna akan diminta untuk berinteraksi dengan solusi tersebut dan memberikan umpan balik tentang pengalaman mereka. Pada tahap pengujian ini, kamu harus mendengarkan dengan cermat, mengetahui feedback dari pengguna, dan mencatat masalah atau kebutuhan yang muncul selama pengujian. Umpan balik ini bisa berupa kepuasan pengguna, kemudahan penggunaan, efektivitas solusi, dan lain sebagainya.  ## Contoh Penerapan Design Thinking Setelah mengetahui tahapan dari _design thinking_, kamu pasti bertanya-tanya bagaimana proses ini diaplikasikan di berbagai sektor industri, bukan? Salah satu contohnya bisa kamu lihat melalui Netflix. Netflix merupakan salah satu pelopor layanan _streaming film_. Dalam industrinya, Netflix juga menggunakan _design thinking._ Netflix memahami kebutuhan pengguna akan kenyamanan menonton film dari rumah tanpa perlu antri atau reservasi di bioskop. Mereka juga memahami bahwa, para penikmat film biasanya menyewa atau membeli DVD, padahal tidak semua orang memiliki DVD _player._ Berdasarkan keresahan tersebut, Netflix datang untuk membawa solusi.  Salah satu keunggulan utama Netflix adalah kemampuannya untuk merekomendasikan konten yang sesuai dengan preferensi pengguna. _Platform_ ini menggunakan algoritma canggih untuk menganalisis perilaku penonton dan memberi rekomendasi yang relevan, menciptakan pengalaman yang dipersonalisasi. Selain itu, Netflix menjawab keinginan pengguna akan konten original dan provokatif yang tidak tayang di TV tradisional. Sehingga kamu bisa menonton berbagai jenis genre tanpa ada sensor layaknya di televisi. Setiap pembaruan yang dilakukan Netflix menjadi jawaban akan kebutuhan dan keinginan pengguna dalam menikmati film. Netflix mengadopsi siklus berkelanjutan berdasarkan pendekatan sistematis tersebut. _Platform_ ini terus menguji, mengamati, dan memperbaiki berbagai layanannya.  ## Sudah Lebih Memahami Apa itu Design Thinking? Intinya, _design thinking_ jadi pendekatan inovatif yang berfokus pada pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pengguna agar bisa menghasilkan solusi efektif dan relevan. Pendekatan tersebut menjadi kemampuan yang setiap orang harus miliki saat menghadapi masalah, terutama jika kamu adalah seorang desainer.  Salah satu langkah utama yang bisa kamu lakukan adalah memilih tempat kuliah terbaik untuk [belajar desain komunikasi visual](https://primakara.ac.id/pendidikan/desain-komunikasi-visual) seperti Primakara University. [Primakara University](https://primakara.ac.id/) merupakan kampus IT yang menyediakan program studi desain komunikasi visual.  Dalam program studi ini kamu bisa mempelajari berbagai pengembangan subsektor seperti animasi periklanan, _games_, komunikasi visual, hingga desain website yang sangat relevan dengan kebutuhan di era digitalisasi ini.  ## FAQ  **Apa itu design thinking?** _Design thinking_ merupakan pendekatan inovatif yang berfokus pada pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pengguna. **Apa saja 5 langkah dalam** _**design thinking?**_ Empati, definisi, ideate, prototype dan pengujian. **Apa itu empati dalam dalam** _**design thinking?**_ Empati adalah pemahaman yang mendalam tentang pengguna. Dalam melakukanya, kamu perlu memposisikan diri dan berupaya melihat dunia dari perspektif mereka.  **Apakah tahapan** _**design thinking**_ **harus dilakukan secara berurutan**_**?**_ Tidak. Kamu bisa melakukannya sesuai kebutuhan dan keinginan.

explore more
primakara university

360 Virtual Tour

Ikuti Virtual Tour

Penerimaan mahasiswa

Penerimaan

Berita & Kegiatan

Lihat Berita