Belajar dari Coretax Error: Kenapa UI/UX dan Arsitektur Sistem Sangat Vital?

**Denpasar, Bali** – Jika kamu aktif membaca berita belakangan ini, pasti sempat melihat keluhan masyarakat mengenai Coretax. Sistem administrasi perpajakan terbaru dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang diharapkan dapat mempermudah proses pelaporan ini, justru membuat banyak pengguna kebingungan karena kendala akses dan desain yang dinilai rumit. Bahkan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat menyoroti kendala pada sistem tersebut. Momen kendala operasional pada Coretax ini sebenarnya memberikan pelajaran berharga. Terutama bagi kamu yang memiliki minat di dunia teknologi, kasus ini menjadi bukti nyata bahwa membangun aplikasi berskala nasional tidak sekadar soal menulis kode. Yuk, kita bedah mengapa antarmuka pengguna (UI/UX) dan arsitektur sistem sangat vital dalam pengembangan perangkat lunak! ## Kendala Coretax dan Perpanjangan Lapor SPT 2026 Pemerintah merancang Coretax dengan tujuan modernisasi sistem administrasi agar lebih terintegrasi. Namun, implementasi teknis di lapangan ternyata menghadapi tantangan: ### Akses Tersendat dan Antarmuka Rumit Banyak wajib pajak yang mengeluhkan alur pendaftaran dan tampilan awal sistem yang dinilai kurang intuitif. Data yang diminta cukup spesifik, alur navigasinya membingungkan, ditambah beban akses jutaan orang secara bersamaan yang membuat server kewalahan. Apabila antarmuka sebuah aplikasi sudah sulit dipahami oleh orang awam, pengguna tentu akan merasa frustrasi saat mencoba mengoperasikannya. ### Batas Lapor SPT Diperpanjang hingga 30 April Akibat kendala teknis dan proses adaptasi pengguna yang membutuhkan waktu ekstra, DJP akhirnya mengambil kebijakan penyesuaian. Melansir laporan terkini, batas lapor SPT 2026 untuk Wajib Pajak Orang Pribadi yang awalnya jatuh pada 31 Maret, resmi diperpanjang hingga 30 April 2026. Kelonggaran waktu ini diberikan agar masyarakat memiliki kesempatan lebih untuk beradaptasi dengan alur registrasi Coretax, mulai dari aktivasi NIK, pembuatan passphrase, hingga tahap akhir pelaporan. ## Mengapa UI/UX yang Baik adalah Harga Mati? Kasus Coretax menjadi contoh nyata mengapa profesi UI/UX Designer memiliki peran yang sangat strategis di industri digital. Bayangkan sebuah pusat perbelanjaan megah namun tidak memiliki papan penunjuk arah? Pengunjung pasti akan tersesat. Begitu pula dengan aplikasi. UI (User Interface) memastikan tampilan visual aplikasi tertata rapi dan nyaman dilihat, sementara UX (User Experience) memastikan alurnya logis, mudah dimengerti, dan efisien. Terlebih untuk aplikasi layanan publik, sistem wajib dirancang agar ramah bagi lintas generasi, bukan hanya untuk kalangan muda yang sudah melek teknologi. ## Peran Talenta IT di Sistem Skala Besar Di balik aplikasi yang berjalan lancar, ada talenta teknologi yang bekerja keras menjaga stabilitasnya. Peran mereka antara lain: ### Menjaga Stabilitas Server Di sinilah letak pentingnya arsitektur jaringan yang solid. Software Developer dan Cloud Engineer bertugas mengatur beban server agar aplikasi tidak mengalami gangguan (crash) meskipun diakses oleh jutaan pengguna secara bersamaan menjelang tenggat waktu. Tanpa fondasi sistem dan komputasi awan (cloud) yang mumpuni, secanggih apa pun fiturnya, aplikasi berisiko lumpuh. ### Kesempatan Lulusan IT Bagi kamu yang tertarik menjadi arsitek sistem andal di balik aplikasi berskala besar, pastikan kamu memilih kampus IT yang tepat. Di Primakara University Bali, mahasiswa jurusan S1 - Sistem Informasi dan tidak hanya dituntut untuk mahir dalam analisis sistem dan data. Kamu juga akan dilatih untuk merancang aplikasi yang mampu memberikan solusi nyata (problem solving) dengan pengalaman pengguna terbaik. Kurikulum di Primakara dirancang sangat relevan dengan kebutuhan industri digital saat ini. ## Pertanyaan Seputar Jurusan Sistem Informasi **1. Apa perbedaan UI dan UX dalam pembuatan aplikasi?** UI (User Interface) berfokus pada elemen visual aplikasi seperti paduan warna, tipografi, dan tata letak. Sementara itu, UX (User Experience) berfokus pada alur pengguna agar aplikasi logis, efisien, dan memberikan pengalaman yang nyaman saat dioperasikan. **2. Apakah mahasiswa jurusan IT diajarkan merancang sistem skala besar?** Tentu saja. Di jurusan S1 - Sistem Informasi, kamu akan mempelajari konsep manajemen basis data (database), pemrograman web, software testing, hingga UI/UX design agar aplikasi buatanmu sanggup menangani lonjakan pengunjung (traffic) yang tinggi. **3. Mengapa Primakara University unggul di bidang IT?** Universitas Primakara telah menjadi salah satu ekosistem inovasi terbaik di Bali. Mahasiswa dididik tidak hanya menjadi tenaga teknis, tetapi juga technopreneur yang peka terhadap solusi teknologi. Selain itu, terdapat Jalur Kelulusan Skripsi atau Proyek Nyata yang membebaskan mahasiswa untuk lulus dengan cara membangun sistem atau produk nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. Jika tertarik mengembangkan aplikasi hebat yang bermanfaat bagi jutaan orang, asah potensimu dari sekarang bersama Universitas IT terbaik di Bali. Kunjungi situs resmi pendaftaran di [join.primakara.ac.id](https://join.primakara.ac.id/) atau hubungi via WhatsApp untuk konsultasi gratis. ***Kreator: I Putu Kumara Wiguna, S.I.Kom.*** ***Dapatkan artikel inspiratif dan berita IT terkini di [Primakara.ac.id.](https://primakara.ac.id/) Ikuti juga Official Instagram dengan mengklik [link ini.](https://www.instagram.com/primakara.univ/?next=%2F)***

explore more
primakara university

360 Virtual Tour

Ikuti Virtual Tour

Penerimaan mahasiswa

Penerimaan

Berita & Kegiatan

Lihat Berita